Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura menyelenggarakan kegiatan studi pembelajaran bertajuk “The Journey to Kei Island” sebagai salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis lapangan (field study) yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sejarah, budaya, serta potensi alam Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah angkatan 2023, 2024, dan 2025, didampingi oleh para dosen sebagai pembimbing akademik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di luar kelas sehingga mampu menghubungkan konsep-konsep teoritis dengan realitas sejarah, budaya, dan lingkungan yang berkembang di masyarakat.

Kegiatan studi pembelajaran diawali dengan kunjungan ke beberapa situs sejarah yang memiliki nilai penting bagi perkembangan masyarakat Kepulauan Kei. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Monumen Kerbau Siu, sebuah monumen yang merepresentasikan nilai persatuan, kearifan lokal, serta sejarah terbentuknya tatanan kehidupan masyarakat adat Kei. Di lokasi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai filosofi monumen, makna simbolik kerbau dalam budaya Kei, serta peran hukum adat dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Diskusi yang berlangsung di lapangan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami bagaimana sejarah lokal dapat menjadi sumber belajar yang kaya dalam pembelajaran sejarah.

Perjalanan dilanjutkan menuju Gereja Pastor, salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan agama Kristen di Kepulauan Kei. Melalui kunjungan ini, mahasiswa mempelajari proses penyebaran agama, peran para misionaris, serta pengaruhnya terhadap perkembangan pendidikan, sosial, dan budaya masyarakat setempat. Bangunan gereja tidak hanya dipahami sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari warisan sejarah yang mencerminkan dinamika interaksi antara masyarakat lokal dengan para penyebar agama pada masa lalu.

Objek sejarah berikutnya adalah Makam Nen Sakmas, yang merupakan salah satu situs penting dalam sejarah masyarakat Kei. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal tokoh-tokoh yang memiliki peranan dalam perkembangan masyarakat lokal serta memahami nilai-nilai penghormatan terhadap leluhur yang masih terpelihara hingga saat ini. Melalui observasi langsung dan diskusi bersama dosen, mahasiswa diajak untuk menganalisis hubungan antara tradisi lisan, peninggalan sejarah, dan identitas budaya masyarakat Kei sebagai bagian dari sejarah lokal Maluku.
Selain mengunjungi situs-situs sejarah, kegiatan ini juga mengintegrasikan pembelajaran mengenai potensi geografis dan pariwisata daerah melalui kunjungan ke beberapa destinasi wisata unggulan di Kepulauan Kei. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pantai Ngurbloat, yang dikenal sebagai salah satu pantai berpasir putih terhalus di Indonesia. Di lokasi ini mahasiswa mempelajari keterkaitan antara kondisi geografis, potensi sumber daya alam, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Diskusi juga diarahkan pada pentingnya pelestarian lingkungan pesisir sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat setempat. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Goa Hawang, sebuah objek wisata alam yang memiliki nilai geologis sekaligus nilai budaya karena berkaitan dengan cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat Kei. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar mengenai hubungan antara bentang alam dengan tradisi lokal serta bagaimana cerita rakyat dapat menjadi salah satu sumber sejarah yang memperkaya kajian sejarah lokal. Pengamatan terhadap kondisi alam di sekitar Goa Hawang juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya konservasi kawasan wisata alam agar tetap lestari bagi generasi mendatang. Destinasi terakhir dalam rangkaian kegiatan adalah Pulau Bair, yang dikenal dengan keindahan gugusan pulau karang dan perairan yang jernih. Kunjungan ke Pulau Bair tidak hanya memberikan pengalaman menikmati keindahan alam, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai potensi kemaritiman Maluku, ekowisata, serta pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan. Mahasiswa diajak untuk merefleksikan hubungan erat antara masyarakat kepulauan dengan laut sebagai ruang hidup, sumber penghidupan, sekaligus bagian penting dari identitas budaya Maluku.
Secara keseluruhan, kegiatan “The Journey to Kei Island” memberikan pengalaman belajar yang komprehensif melalui perpaduan antara kajian sejarah, budaya, lingkungan, dan pariwisata. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik dari berbagai objek yang dikunjungi, tetapi juga mengembangkan kemampuan observasi, berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, serta penyusunan interpretasi sejarah berdasarkan data lapangan. Interaksi langsung dengan lingkungan sosial dan budaya masyarakat Kei turut memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pentingnya sejarah lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah nasional. Melalui kegiatan studi pembelajaran ini, Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Pattimura menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada pengalaman nyata mahasiswa. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi akademik, memperkuat kecintaan terhadap warisan sejarah dan budaya Indonesia, serta membentuk calon pendidik sejarah yang memiliki wawasan luas, peka terhadap nilai-nilai lokal, dan mampu mengintegrasikan pengalaman lapangan ke dalam proses pembelajaran sejarah di masa depan.
