Kegiatan Pembinaan Mahasiswa Baru Program Studi Pendidikan Sejarah

Kegiatan Pembinaan Mahasiswa Baru Program Studi Pendidikan Sejarah dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di ruang perkuliahan Program Studi Pendidikan Sejarah. Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Karakter Mahasiswa Pendidikan Sejarah yang Berintegritas, Kritis, dan Responsif terhadap Perubahan Zaman.” Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan awal bagi mahasiswa baru agar mampu memahami lingkungan akademik, membangun karakter yang baik, serta mempersiapkan diri untuk menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi. Kegiatan pembinaan dihadiri dan dibimbing oleh beberapa pembina yang memiliki peran penting dalam mendampingi mahasiswa. Pembina HMPS, Dr. Agustinus Ufie, M.Pd., memberikan arahan mengenai kehidupan organisasi mahasiswa, pentingnya membangun sikap bertanggung jawab, serta peran mahasiswa Pendidikan Sejarah dalam mengembangkan kemampuan akademik dan kepemimpinan. Mahasiswa diarahkan agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kemahasiswaan.

Selain itu, Pembina Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Samuel Wattimury, M.Pd., memberikan pembinaan yang menekankan pentingnya nilai-nilai moral, spiritualitas, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan mahasiswa. Pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki karakter positif, mampu menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam bersikap dan bertindak. Sementara itu, Pembina Majelis Taklim, Dr. Acim, M.Pd., turut memberikan pembinaan mengenai pentingnya membangun karakter mahasiswa yang berakhlak, toleran, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Hal ini sejalan dengan kehidupan kampus yang terdiri atas mahasiswa dengan latar belakang agama, budaya, dan pengalaman yang beragam. Mahasiswa didorong untuk menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menjaga persatuan.

Melalui tema yang diangkat, mahasiswa baru diharapkan mampu menjadi pribadi yang berintegritas, yaitu jujur, bertanggung jawab, dan konsisten dalam menjalankan tugas. Sikap kritis juga diperlukan agar mahasiswa mampu menganalisis berbagai persoalan sejarah dan kehidupan sosial secara objektif serta berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Di samping itu, mahasiswa dituntut untuk responsif terhadap perubahan zaman, terutama perkembangan teknologi, informasi, dan tantangan pendidikan di era modern. Secara keseluruhan, kegiatan pembinaan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan nilai-nilai akademik, organisasi, spiritualitas, dan kehidupan sosial kepada mahasiswa baru. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membentuk mahasiswa Pendidikan Sejarah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu berpikir kritis, menjunjung nilai toleransi, serta siap berkontribusi secara positif bagi masyarakat dan bangsa.