KUNJUNGAN KETUA MSI DAN P3SI KE OBJEK SEJARAH DI KOTA AMBON

Pada tanggal 25 April 2026, Program Studi Pendidikan Sejarah melaksanakan kegiatan Kunjungan Dosen Luar ke Objek Sejarah Maluku sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai sejarah dan warisan budaya Maluku melalui pembelajaran berbasis lapangan. Kegiatan ini diikuti oleh dosen tamu, didampingi oleh dosen Program Studi Pendidikan Sejarah serta mahasiswa. Kunjungan dilaksanakan di beberapa objek sejarah penting di Provinsi Maluku, yaitu Museum Siwalima Ambon, Perpustakaan Rumphius, dan Benteng Amsterdam di Negeri Hila. Setiap lokasi memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan saling melengkapi dalam memahami perjalanan sejarah, budaya, serta perkembangan masyarakat Maluku dari masa ke masa.

Di Museum Siwalima Ambon, peserta memperoleh penjelasan mengenai koleksi benda-benda bersejarah, artefak budaya, serta berbagai informasi yang menggambarkan identitas dan kekayaan sejarah Maluku. Selanjutnya, kunjungan ke Perpustakaan Rumphius memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal berbagai koleksi referensi, naskah, dan sumber-sumber pustaka yang mendukung penelitian serta kajian sejarah dan kebudayaan Maluku. Adapun di Benteng Amsterdam Hila, peserta mengamati secara langsung peninggalan kolonial yang menjadi saksi penting dinamika perdagangan rempah-rempah serta interaksi antara masyarakat Maluku dengan bangsa-bangsa Eropa pada masa lampau.

Melalui kegiatan ini, dosen luar, dosen Program Studi Pendidikan Sejarah, dan mahasiswa dapat berdiskusi secara langsung mengenai berbagai aspek historis yang ditemukan di lapangan, menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan bukti-bukti sejarah yang masih dapat dijumpai, serta memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai pelestarian warisan budaya. Interaksi akademik yang terbangun selama kunjungan juga menjadi sarana berbagi pengalaman, pengetahuan, dan perspektif dalam pengembangan pembelajaran sejarah. Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama akademik antarperguruan tinggi, meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam memahami sejarah lokal Maluku, serta mendorong pemanfaatan situs-situs sejarah sebagai sumber belajar yang kontekstual, inovatif, dan berkelanjutan.