LENTERA KLASIKA “DISKUSI DAN BEDAH KOLEKSI LANGKA”
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi informasi dan pelestarian warisan dokumenter bangsa melalui penyelenggaraan LENTERA PEMUSTAKA #39 dengan tema LENTERA KLASIKA: “Diskusi dan Bedah Koleksi Langka”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB, sebagai wadah berbagi pengetahuan mengenai koleksi langka yang dimiliki Perpustakaan Nasional serta pemanfaatannya dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan pelestarian sejarah. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara Perpustakaan Nasional dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan budaya literasi dan riset berbasis sumber primer. Acara diawali dengan pembukaan oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Bapak Suharyanto, S.Sos., M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa koleksi langka merupakan aset intelektual dan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai historis, ilmiah, serta budaya yang sangat tinggi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara Perpustakaan Nasional, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga, melestarikan, serta memanfaatkan koleksi tersebut sebagai sumber pembelajaran dan penelitian. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan berbagai layanan yang telah disediakan Perpustakaan Nasional guna memperluas akses terhadap sumber-sumber informasi yang autentik.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura, Prof. Dr. Izzak H. Wenno, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas terselenggaranya kegiatan yang memberikan manfaat besar bagi sivitas akademika, khususnya dosen, mahasiswa, dan peneliti. Menurut beliau, keberadaan koleksi langka menjadi sumber rujukan yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, terutama pada bidang sejarah, pendidikan, bahasa, dan kebudayaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya pemanfaatan sumber primer dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas dan berintegritas. Jalannya acara dipandu dengan baik oleh Ibu Jacomina Selfisina, M.Pd. selaku pewara yang mengarahkan setiap rangkaian kegiatan secara tertib dan komunikatif. Sementara itu, sesi diskusi dimoderatori oleh Bapak Samuel M. Wattimurry, M.Pd., yang mampu membangun suasana diskusi menjadi lebih hidup melalui interaksi aktif antara narasumber dan peserta.

Materi pertama disampaikan oleh Ibu Nelwaty, S.S., M.Si., Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan mengenai Landasan Hukum Kolaborasi yang menjadi dasar kerja sama antara Perpustakaan Nasional dengan berbagai lembaga, termasuk perguruan tinggi, dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan koleksi pustaka. Selain itu, beliau memperkenalkan berbagai koleksi Perpustakaan Nasional, baik dalam bentuk cetak maupun digital, yang dapat diakses oleh masyarakat sebagai sumber referensi ilmiah. Pemaparan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai layanan yang tersedia di Perpustakaan Nasional, mulai dari layanan keanggotaan, layanan referensi, layanan digital, hingga berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan penelitian. Bagian yang paling menarik adalah penjelasan mengenai Layanan Koleksi Langka, yaitu layanan yang memberikan akses kepada pengguna terhadap naskah, buku, peta, arsip, dan berbagai dokumen bersejarah yang memiliki nilai penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan sejarah Indonesia.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Bapak Syahrul, S.Sos., Pustakawan Ahli Muda Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Beliau membahas secara khusus mengenai Penelusuran Koleksi Langka Perpustakaan Nasional. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai teknik dan strategi dalam menelusuri koleksi langka melalui katalog daring maupun sistem pencarian digital yang dimiliki Perpustakaan Nasional. Selain menjelaskan langkah-langkah pencarian informasi secara efektif, beliau juga memberikan contoh pemanfaatan fitur pencarian berdasarkan judul, pengarang, subjek, hingga kata kunci tertentu. Materi ini memberikan wawasan praktis kepada peserta mengenai cara memperoleh sumber primer yang relevan untuk mendukung penulisan karya ilmiah, penelitian sejarah, maupun pengembangan bahan ajar berbasis sumber autentik. Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan kedua narasumber mengenai prosedur akses koleksi langka, mekanisme kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional, hingga peluang pemanfaatan koleksi tersebut dalam penelitian akademik. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta tanggapan konstruktif yang diberikan oleh para narasumber. Diskusi yang berlangsung semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya pelestarian sekaligus pemanfaatan koleksi langka sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan.
Sebagai penutup, Kaprodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Pattimura, Ibu Rina Pusparani, S.S., M.Hum., menyampaikan closing statement. Dalam penyampaiannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia beserta seluruh narasumber atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan kepada peserta. Beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara Perpustakaan Nasional dan Universitas Pattimura, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, serta pelestarian sumber-sumber sejarah. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan layanan Perpustakaan Nasional secara optimal sehingga koleksi-koleksi langka yang dimiliki bangsa Indonesia dapat terus dikenal, dipelajari, dan dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi bagi lahirnya penelitian yang berkualitas serta inovasi di bidang pendidikan. Dengan berakhirnya closing statement tersebut, rangkaian kegiatan LENTERA PEMUSTAKA #39: LENTERA KLASIKA “Diskusi dan Bedah Koleksi Langka” resmi ditutup dalam suasana penuh semangat kolaborasi dan komitmen untuk terus mengembangkan budaya literasi, penelitian, serta pelestarian warisan intelektual bangsa.

