Kuliah tamu yang telah dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Juli 2026, bertempat di Ruang Perkuliahan 01, mendatangkan narasumber Dosen Ilmu Sejarah Prof. Dr. Wasino, M.Hum dari Universitas Negeri Semarang yang memiliki ketertarikan dengan sejarah ekonomi Indonesia, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah sebagai bagian dari upaya memperkaya wawasan kesejarahan mahasiswa, khususnya mengenai sejarah maritim dan pelayaran nasional Indonesia. Kuliah tamu ini mengangkat topik mengenai “Dari Koninklijke Paketvaart Maschappij (KPM) ke PT Pelni: sejarah nasionalisasi perusahaan pelayaran Belanda ke Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia“. Materi yang disampaikan menjelaskan bahwa KPM merupakan perusahaan pelayaran besar bentukan dua perusahaan Belanda, Rotterdamsche Lloyd dan Stoomvaart Maatschappij Nederland, yang sejak akhir abad ke-19 menguasai jalur pelayaran antarpulau di Hindia Belanda sekaligus berperan penting dalam mendukung penetrasi dan konsolidasi kekuasaan kolonial, terutama di wilayah luar Jawa.

Materi kuliah juga menguraikan bagaimana pasca-proklamasi kemerdekaan, pemerintah Republik Indonesia berupaya membangun kekuatan pelayaran nasional sebagai bentuk kedaulatan ekonomi, mulai dari pembentukan Yayasan Pepuska hingga akhirnya berdirinya PT PELNI pada tahun 1952 sebagai perusahaan pelayaran nasional yang diharapkan mampu menggantikan dominasi KPM. Dijelaskan pula bagaimana ketegangan hubungan Indonesia–Belanda, khususnya terkait sengketa Irian Barat serta pembatalan sepihak hasil Konferensi Meja Bundar oleh Presiden Soekarno, turut mempercepat proses pelemahan posisi KPM di Indonesia hingga akhirnya perusahaan tersebut resmi dinasionalisasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1960, dengan seluruh asetnya dialihkan menjadi modal tambahan bagi PT PELNI. Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak program studi, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber mengenai sejarah panjang persaingan KPM dan PELNI, termasuk aspek historis, ekonomi, politik, dan strategis dari kedua perusahaan tersebut dalam konstelasi sejarah pelayaran Nusantara. Materi disampaikan secara sistematis mulai dari latar belakang berdirinya KPM pada masa kolonial, peran strategisnya sebagai centraal vervoersapparaat, hingga proses panjang nasionalisasi yang berujung pada berakhirnya dominasi KPM di perairan Indonesia.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk lebih mendalami berbagai aspek sejarah maritim Indonesia, khususnya terkait dinamika hubungan ekonomi-politik antara Indonesia dan Belanda pasca-kemerdekaan serta relevansinya terhadap pembangunan sektor pelayaran nasional saat ini. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya penguasaan sektor strategis seperti pelayaran dalam konteks kedaulatan ekonomi suatu bangsa, sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir historis-kritis mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah dalam mengkaji peristiwa sejarah ekonomi dan maritim Indonesia. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta, serta diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan program studi dalam menghadirkan wawasan sejarah yang aplikatif dan kontekstual bagi mahasiswa.

